Menu

Perjalanan Slipknot meraih kesuksesanya


            Perjalanan Slipknot meraih kesuksesanya – Untuk kesempatan kali ini Dtrspot26 akan membahas tentang sejarah beridiri dan perjalanan karir Slipknot untuk meraih kesuksesanya, dari bongkar pasang personil hingga akhirnya menemukan line up yang tepat dan mampu membuktikan kualitas musik mereka. yukk simak bersama dtrspot26.

          Band yang berasal dari Des Moines, Lowa, Amerika Serikat ini memulai perjalananya pada tahun 1995. Band ini mengusung genre Nu Metal, Alternative Metal. Slipknot dibentuk oleh Shawn Crahan yang tak lain adalah pemain perkusi dan
sang basis yaitu Paul Gray. Pada awal pembentukanya band ini beranggotakan antara lain, Anders Colsefni (vocal, perkusi), Donnie Steele (gitar, backing vocal), Joshua “Gnar” Brainard (gitar, backing vocal), Michael Shawn Crahan (perkusi, backing vocal), Paul Gray (bass), dan Joey Jordison (drum).
          Pada awal perjalanan Slipknot, kususnya sekitar tahun 1995 hingga akhir tahun 1998 band ini sering kali bongkar pasang personil, antara lain sang gitaris Donnie Steele yang keluar pada tahun 1996 dan digantikan Mickael Thompson, masih ditahun yang sama masuk seorang Keyboardist yaitu Craig “133” Jones. Pada tahun 1997 sang vocalis Anders Colsefni mengundurkan diri dan masuk untuk mengisi posisi vocalis, yaitu Corey Taylor.
Ditahun 1997, Christopher Michael Fehn (Perkusi) dan Greg “Cuddles” Welts yang masuk sebagai anggota baru untuk berkolaborasi bersama Michael Shawn Crahan sebagai perkusi 2. Namun Greg hanya bertahan selama kurang lebihnya satu tahun yang kemudian digantikan Brandon Darner pada tahun 1998, Brandon pun hanya bertahan sekitar beberapa bulan. Ditahun ini perjalan Slipknot bisa dibilang masih terombang ambing oleh hubungan antar personil yang kurang baik.
          Hingga awal tahun 1999 band ini menjadi jalur keluar masuknya personil baru, namun pada pertengahan tahun 1999 Slipknot menegaskan untuk memiliki line up tetap, adalah Corey Taylor (vocal), Mickael Thompson (gitar), James Donald Root (gitar), Michael Shawn Crahan (perkusi, backing vocal), Christopher Michael Fehn (perkusi 2), Craig “133” Jones (keyboard), Sidney George Wilson (turntables), dan Joey Jordison (drum).
          Namun pada tahun 2010 sang pendiri sekaligus basis meninggal dunia karena over dosis, posisi bass kemudian diisi mantan gitaris diawal perjalanan Slipknot, antara lain Donnie Steele. Namun pada tahun 2013 pada saat proses perekaman album kelima mereka, secara mengejutkan sang drumer Joey Jordison memutuskan keluar dari band tanpa alasan yang jelas dan diikuti Donnie Steele ditahun berikutnya dengan alasan ingin fokus berumah tangga. Saat ini pada saat melakukan tour Slipkont memanggil beberapa personil tour, antara lain Alessandro “Vman” Venturella (bass) dan Jay Weinberg (drum).
          Album perdana Slipknot berjudul “Mate. Feed. Kill.  Repeat.”, album ini dirilis pada tahun 1996. Tidak butuh waktu lama, selang satu tahun band asal lowa ini kembali merilis album yang bertitle “Crowz”. Pada saat merilis kedua album ini Slipknot belum memiliki label rekaman (Band indie). Kemudian pada 29 juni tahun 1999, Slipknot berencana merilis album ketiga mereka berjudul “Slipknot”, namun terjadi kontroversi pada salah satu lagu yang terdapat dialbum tersebut, sehingga album “Slipknot” baru dirilis pada tahun 2000. Album ini adalah album pertama mereka yang memiliki label rekaman resmi dan album ini juga mengawali perjalanan Slipknot kejenjang yang lebih tinggi.
          Adalah Roadrunner Record, label yang menangani band Nu Metal asal Lowa, Slipknot. Album resmi kedua Slipknot berjudul “Lowa” dirilis pada tahun 2001, album yang bisa dibilang mendapat respon sangat positif dari para pecinta musik ini memiliki beberapa lagu hits, dua diantaranya “Disasterpiece” dan “Man = Shit”. Bahkan album ini mampu membawa perjalanan Slipknot kejenjang internasional dan berkat album ini pula, Slipknot dianggap band paling Heavy dan paling gelap.
          Kemudian album resmi ketiga mereka atau album kelima dari awal perjalanan Slipknot, dirilis pada 25 Mei 2004 yang diberi nama “Vol. 3 The Subliminal Verses”. Album ini adalah satu satu album Slipknot yang tidak tedapat kata kata senonoh didalamnya. Secara keseluruhan album ini mendapat respon positif, bahkan album ini masuk dalam sepuluh besar, penjualan album terbesar di Amerika dan mendapat platinum di Amerika Serikat. Salah satu hitsnya “Before I Forget” juga mendapat gelar Best Metal Performance dari Grammy Award.


          Selanjutnya pada tahun 2007, Slipknot kembali merilis album yang berjudul “All Hope Is Gone”. Album resmi keempat mereka ini lebih seperti menggambarkan kemarahan, ketidakpuasan dan obsesi. “All Hope Is Gone” adalah album pertama sepanjang perjalanan Slipknot yang berhasil masuk Billboardd 200. Lirik yang terdapat dalam album ini kebanyakan adalah sindiran politik. Menurut sang vocalis “Ada banyak orang yang menyamarkan politik sebagai agama kemudian mendikte rasa dan mengubahnya menjadi kebijakan. Itulah point yang memberi saya banyak ide untuk menciptakan “All Hope Is Gone”.
          Pada tahun 2012 Slipknot merilis album kompilasi pertama mereka, “Antennas To Hell”. Album ini berisi versi live dari lagu lagu hits mereka dan beberapa lagu favorit mereka. Selang dua tahun Slipknot kembali merilis album berlabel kelima sekaligus album kedelapan sejak awal perjalanan Slipknot yang berjudul “5: The Gray Chapter” pada tahun 2014. Sama halnya dengan judul albumnya The Gray Chapter, kebanyakan lagu dialbum ini menggambarkan emosional para personil atas kepergian sang bassis, Paul Gray yang meninggal karena mengalami over dosis. Corey menjelaskan “ Beberapa lagu bercerita tentang Paul, dan beberapa lagu bercerita tentang kondisi yang kami alami atas kepergianya, yang secara kusus kami kerjakan secara emosional”.
          Nah demikian rangkuman tentang Slipknot yang Dtrspot26 dapat rangkum, semoga bermanfaat dan menginspirasi sobat sekalian. Jangan berhenti bermusik, karena dengan musik hidup lebih terasa berwarna. Jika ada tutur kata yang kurang berkenan mohon maaf, sekian dan terima kasih.. 
              Baca juga : The Beatles

No comments:

Post a Comment